Rabu, 07 September 2011

NON-FIKSI

.......
Ketika ia kembali dari suatu negeri, melihat wajahnya yang pucat pasi. Sepertinya telah terjadi sesuatu padanya. Padahal tak sedikit pun luka tergores padanya, fisik terutama. Dia seakan-akan hanya berakting seperti telah terjadi perang dunia yang ke-3. Tapi mungkin yang tergores adalah ingatan dan batinnya oleh kekejian bangsa YAHUDI.
Tahun dimana Islam dipermainkan oleh bangsa Yahudi, di cerca oleh kemunafikkan mereka yang tak mau menganggap bangsanya telah kalah. Kecanggihan yang ingin diraih Bangsa itu, untuk merebut semua ilmu pengetahuan di dunia ini sebagai asas pengendalian kekuasaan atas bangsa yang telah mempercayai dirinya sebagai bangsa yang dapat membuat banyak senjata untuk kebutuhan perang atau latihan militer. Mengaku dirinyalah yang mendapat wahyu yang benar dan absah oleh tuhan dan menganggap islam sebagai musuh sejati serta menghancurkan apa-apa yang menghalangi mereka.
Suatu hari lahirlah seorang anak yang berdarah asli ISLAM, tahun  dimana ia dibesarkan oleh kasihsayang dari orangtuanya yang juga islam. Dalam usianya yang terbilang muda yaitu tiga tahun, Syaeful mampu menghafal seluruh isi dari Al Qur’an.  Baginya islam adalah agama yang terindah sepanjang abad, Syaeful berani menganghgap hal itu karena ia telah banyak membaca buku, mempelajari al-quran, dan memperhatikan perkembangan agama diseluruh dunia, namun bagi Syaeful Islamlah yang paling indah dan dicintainya. Dalam usianya yang ke-12 Syaeful telah mampu membuat suatu perkumpulan untuk sama-sama mempelajari banyak aqidah dan akhlak dalam agama Islam, serta perkembangan islam dari zaman nabi Adam as hingga sekarang, segala al hadis dan sunat-sunat Rasulullah ingin ia pelajari. Atas bimbingan kedua orangtuanya tentunya, Syaeful mampu menepis segala rintangan untuk mendapatkan banyak ilmu dan wawasan yang sulit dilakukan oleh anak muda seperti Syaeful. Cita-cita Syaeful adalah membangun kepribadian pada manusia dengan syar’I yang di ridhoi allah SWT. Tetapi tahun-tahun yang dialami Syaeful tidak menyenangkan, islam sudah dianggap asing untuk sebagaian orang, sehingga islam sudah menepis, perjuangan Syaeful mengembalikan islam di depan layar tidak mudah, dengan keterbatasan dari
Kegiatan Syaeful adalah mengadakan segala pertemuan dengan banyak umat didunia, tak terkecuali Israel. Mengapa Israel dapat tertarik? Karena Syaeful telah mampu memancing mereka dengan dakwahnya yang berupa buku yang populer dan sangat mudah dipahami. Buku ini tidak hanya mampu dibaca seketika saja tetapi juga mampu menghipnotis sehingga mampu mengendalikan alam bawah sadar para pembacanya. Bangsa Isarel yang tak mau kalah dan selalu mencuri ilmu pengetahuan orang lain, mencoba membaca satu buah buku dan hasilnya, banyak bangsa Israel yang telah terperangah dan terpesona oleh cantiknya budaya Islam yang luar biasa. Segala Ilmu Pengetahuan bahkan pertama kali diciptakan dan ditemukan oleh orang Isl;am itu sendiri, mereka tak mau ambil pusing dan segera mengejudge bahwa Syaeful itu pembohong yang sok tahu dan sok berani mengambil kesimpulan yang salahnya fatal. Bangsa Isarel beranggapan bahwa Syaeful dan anak-anak Palestine lainnya  adalah sama pembohongnya. Tetapi walaupun dihujat sperti itu syaeful tetaplah anak yang cerdik, sehingga dia mampu menghalau segala omong konsong bangsa Israel. Dan marahlah orang-orang Israel yang merasa dikecilkan oleh bocah cilik dari bangsa Palestine tersebut, kemudian dengan kelicikkannya salah satu anggota misi perkumpulan militer ingin mencoba menculik Syaeful dan membunuhnya, karena menurut mereka dengan cara inilah ia dapat memaksa Syaeful untuk menarik semua dakwahnya, dan mendukung Yahudi sepenuhnya. Tapi hal itu gagal dilakukan anggota misi Isarel, lalu dengan gagalnya rencana pertama maka dilakukanlah misi yang kedua, yaitu menyandera kedua orangtuanya yang sangat dicintai Syaeful, tetapi seperti sebuah firasat, Syaeful mengajak pergi dan tak mau lepas dengan kedua orangtuanya, dan rencana inipun gagal, lalu rencana menyerang pada saat waktu solat, dan kemuidian gagal juga dengan hal yang tak terduga , yaitu mereka tertidur saat waktunya pembunuhan itu dilaksanakan. 
-bersambung--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar